Kopi Micin - Setelah sukses dengan respon positif pengguna BlackBerry Priv, tak lantas perusahaan berbasis di Waterloo ini puas. Perusahaan ini berencana merilis smartphone seperti BlackBerry Priv ini di tahun 2016.
CEO BlackBerry, John Chen mengutarakan bahwa BlackBerry OS tidak akan lagi digunakan di tahun 2016. Hal ini diungkapkannya pada CES 2016 kemarin. Bagi pecinta produk BlackBerry, Anda tak perlu khawatir. Produsen ini tidak menghentikan produksinya, hanya menghentikan sistem operasi yang dibuatnya saja. Nantinya kita tidak akan menjumpai produk BlackBerry dengan sistem operasi BlackBerry, produk BlackBerry di tahun ini ikut bersaing di dunia Android bersama Samsung, LG, dan lain-lain.
John Chen sendiri berharap BlackBerry Priv dapat membantu meningkatkan keuntungan perusahaan , memperbaiki merek dan membuat kemungkinan untuk memproduksi ponsel BlackBerry 10 lainnya - meskipun sepertinya terlalu awal untuk membicarakan rencana tersebut.
BlackBerry berencana menjual Priv, yang seharga $699 di lebih dari 31 negara pada kuartal selanjutnya, dan kemungkinan harganya akan semakin turun dari hari ke hari.
Dihentikannya BlackBerry 10 bukan berarti John Chen menghentikan pengembangan perangkat lunaknya. Tahun ini, perusahaan fokus dengan mendapatkan sertifikasi keamanan nasional untuk BlackBerry 10, sehingga perangkat dapat digunakan dalam proyek-proyek pemerintah dan perusahaan tertentu. Perusahaan akan tetap menawarkan BlackBery Klasik dan ponsel lamanya, hanya saja tidak berinvestasi ke hardware baru.
Kalau menurut penulis, ini merupakan langkah cerdas yang dilakukan oleh BlackBerry agar perusahaan tidak semakin jatuh. BlackBerry dulu juga sempat merancang BlackBerry 10 agar dapat menginstal file berektensi .apk agar dapat menjalankan aplikasi Android. Kalau full Android seperti Priv ini kan jadi banyak yang suka, terlebih orang-orang juga menyukai keyboard BlackBerry jadi ini dapat dijadikan bahan acuan untuk merilis the next Priv.
sumber: CNET
